Porang Mengontrol Diabetes
Porang alias Maek Usir Kencing Manis.

TANAMAN porang sangat banyak sekali manfaatnya, terutama untuk industri dan kesehatan, karena kandungan zat glukomanan yang ada di dalamnya. Tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen tinggi.
Umbinya besar mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadu padankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern.
Porang sangat potensial sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Tepung porang dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang bermanfaat untuk menekan peningkatkan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik.
Tanaman porang sebagai serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis.
Di Filipina, umbi porang sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti.
Di Jepang, umbi-umbian sekerabat porang telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan. Misalnya, tepung porang menjadi bahan pembuatan mie instan atau bahan pembuat penganan khas Jepang seperti konyaku dan shirataki.
Meski menjadi penganan khas Jepang, bahan baku berupa umbi porang didatangkan dari Indonesia.
Konyaku adalah sejenis jelly yang kaya akan serat. Sedangkan shirataki adalah mie tipis transparan, yang dibuat dari konyaku.
Porang bermanfaat karena kandungan zat glukomanan yang dimilikinya. Tidak kalah dengan tepung terigu, umbi porang memiliki kandungan glukomanan yang memiliki fungsi sebagai pengenyal, pembentuk tekstur dan pengental makanan.
Glukomanan adalah polisakarida dalam famili mannan. Glukomanan terdiri dari monomer ß-1,4 -mannose dan -glukosa.
Glukomanan yang terkandung dalam umbi iles-iles dan porang mempunyai sifat yaitu dapat memperkuat gel, memperbaiki tekstur, mengentalkan, dan lain sebagainya (MAlonso Sande, dkk 2008). Saat ini, umbi porang belum dimanfaatkan oleh industri di Indonesia atau masyarakat secara luas sebagai bahan tambahan atau fungsional produk makanan.
Hal ini disebabkan masyarakat belum dapat mengolah umbi porang tersebut menjadi bahan pangan yang praktis untuk dimakan. Begitu juga pada industri makanan di Indonesia. Sebaliknya industri yang memanfaatkan glukomanan sebagai bahan baku atau bahan tambahan justru mengimpor tepung glukomanan (konjac flour) dari Jepang.
Mempertimbangkan kondisi tersebut, penggunaan tepung glukomanan dari umbi porang sebagai bahan baku utama produk mie rendah kalori yang merupakan salah satu produk pangan alternatif dinilai sangat potensial sebagai solusi dalam melepaskan ketergantungan Indonesia akan gandum dan tepung terigu impor secara perlahan dalam produksi mie.
Tepung porang juga bisa dibuat mie sebagai bahan pangan pengganti mie yang terbuat dari gandum. glukomanan dapat membentuk tekstur kenyal pada mie yang umumnya disukai konsumen Indonesia.
Selain itu manfaat glukomanan bagi tubuh sebagai salah satu makanan dietary fiber dan rendah kalori menjadikan mie yang terbuat dari tepung glukomanan ini sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi pangan alternatif yang sehat dan sesuai untuk penderita diabetes.
* Klasifikasi ilmiah Porang
Kerajaan Plantae (tidak termasuk) Monocots, Ordo Alismatales, Famili Araceae, Upafamili Aroideae, Bangsa Thomsonieae, Genus Amorphophallus, Spesies A. campanulatus Bl, Nama binomial: Amorphophallus campanulatus Bl. (Dennst.) Nicolson.
* Kandungan Gizi Porang
Kandungan gizi dari 100 gram tanaman porang yakni 69 kalori, protein 1,0 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 15,7 gr, kalsium 62 mg, fosfor 41 mg, besi 4,2 mg, vitamin B1 0,07 mg, air 82 gr, bagian yang dapat dimakan 86 %.
Provided by: PT. Indah Persada Utama
Altargy Group © 2015 Privacy Policy Term of Use, All Rights Reserved